Pages

Jumat, 16 Desember 2011

PEMBAHARUAN ISLAM DI INDIA DAN PAKISTAN


BAB I PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Perkembangan kesadaran keagamaan umat Islam di dunia tidak bisa dilepaskan dari munculnya gerakan pembaruan pemikiran sejak abad ke-19 lalu. Dimana gerakan pembaharuan ini dilatarbelakangi oleh kemunduran dunia Islam pada abad ke 10, kemudian tenggelam berabad-abad lamanya. Faktor yang menjadi penyebab utama kemunduran dunia Islam adalah mundurnya spirit yang menimpa kaum muslimin yang ditampilkan dalam bentuk khurafat, umat Islam tidak lagi menggunakan pikirannya sebagaimana para pemikir-pemikir sebelumnya melakukan ijtihad, untuk menggali sumber yang asli kepada Al-Qur’an  dan Hadist Nabi, praktek bermazhab dan bid’ah telah subur. Setelah berabad-abad lamanya masa kemunduran islam, muncullah gerakan pemikiran yang dikumandangkan oleh pelopor-pelopor pembaharuan.
Istilah gerakan yang disebut pembaharuan ini memberi arah dan perspektif keagamaan yang relatif berbeda dari pusat-pusat peradaban Islam di Timur Tengah.  Diantara beberapa negara yang melakukan gerakan pembaharuan adalah India dan Pakistan. Dimana keduanya memiliki keterkaitan sejarah, bahkan merupakan satu kesatuan dalam sejarahnya. Negara ini termasuk negara yang besar, luas daerahnya maupun kebudayaan dan peradabannya, akhirnya menjadi suram dan bahkan hancur dengan kedatangan orang-orang kulit putih.   
Dalam makalah ini penulis akan memuat sekilas tentang gerakan pembaharuan umat muslim di India dan Pakistan, tokoh-tokoh serta pemikiran mereka.

B.     Rumusan Masalah

Adapun ruang lingkup pembahasan pada makalah ini meliputi :
Geografi dan periodesasi gerakan pembaharuan di India atau Pakistan
a.       Geografi India dan Pakistan
b.      Latar belakang gerakan pembaharuan di India atau Pakistan
c.       Tokoh-tokoh pembaharuan di India atau Pakistan beserta ajarannya


C.    Tujuan dan Manfaat Penulisan

a.       Untuk memenuhi tugas mata kuliah Kemuhammadiyahan.
b.      Diharapkan dengan adanya makalah ini, kita sebagai mahasiswa dapat lebih memahami tentang dunia Islam melalui pembaharuan-pembaharuan di negara India dan Pakistan.



BAB II PEMBAHASAN

A.    Geografi dan Periodesasi Gerakan Pembaharuan di India dan Pakistan

1.      Geografi India
India adalah sebuah negara di Asia yang mempunyai jumlah penduduk terbanyak kedua di dunia, dengan populasi lebih dari satu milyar jiwa, dan adalah negara terbesar ketujuh berdasarkan ukuran wilayah geografis dengan luas wilayah 3.287.590 km².
Disebelah timur India berbatasan dengan Myanmar yang dibatasi oleh kaki Pegunungan Himalaya. Pada bagian ini India mengelilingi hampir seluruh bagian negara Bangladesh. Di sebelah barat India berbatasan dengan Pakistan dan laut barat. Di bagian utara, India berbatasan dengan Nepal, Rusia, dan China. Di sebalah selatan, negara ini berbatasan dengan Samudra Hindia.
India terletak di Asia Selatan dengan garis pantai sepanjang 7.000 km, dan bagian dari anak benua India, India merupakan bagian dari rute perdagangan penting dan bersejarah. Dia membagi perbatasan dengan Pakistan, Republik Rakyat Cina, Myanmar. Banglades, Nepal, Bhutan, dan Afganistan. Sri Lanka, Maladewa, dan Indonesia adalah negara kepulauan yang bersebelahan.

2.      Geografi Pakistan
Pakistan adalah negara terbesar ke 36 dengan luas 796.095 km persegi. Pakistan berbatasan langsung dengan India di selatan, China di timur, Afghanistan di utara, dan Iran di barat. Pakistan merupakan perpaduan pemandangan yang bervariasi seperti padang pasir, hutan, bukit, dan dataran tinggi mulai dari wilayah pesisir laut Arab di selatan ke pegunungan dari kisaran Karakoram di utara.

3.      Latar belakang gerakan pembaharuan di India atau Pakistan
Gerakan pembaharuan dilatarbelakangi oleh faktor kesenjangan perlakuan Inggris terhadap umat Hindu dan umat Islam dalam sistem pemerintahan, serta kesemenah-menahan Inggris terhadap rakyat. Penguasaan Inggris pada mulanya seiring dengan kultur masyarakat disana. Namun, pada tahun 1830-an kalangan misionaris Inggris menjadi semakin aktif, dan para pejabatan Inggris mulai menindas praktik keagamaan baik agama Islam maupun agama Hindu, dan mereka sering menjatuhkan hukuman secara kejam.
Sejak awal abad XVIII kekuasaan Islam Mongol yang berpusat di Delhi semakin merosot. Lemahnya kemampuan serta kewibawaan sultan tidak dapat mengahalangi kehendak para amir akan melepaskan diri dan berkuasa penuh di wilayah mereka. Selain itu kaum Brahmana mulai bergerak ingin membangun kembali kerajaan Hindu. Rakyat Maratha yang sebelumnya telah berulangkali memberontak dan bergerilya, akhirnya berhasil membebaskan diri dan mendirikan kerajaan Hindu yang merdeka di India Barat. Demikian pula golongan Sikh memenangkan pemberontakannya.
Bangsa Inggris semenjak permulaan abad XVII telah datang sebagai pedagang dengan angkatannya yang bernama “The East India Company.” Mengetahui pertentangan-pertentangan antara sesama wilayah bawahan kesultanan Islam di satu pihak, dan antara Kesultanan Islam dan bekas kerajaan Hindu sebagai taklukannya di pihak lain, akhirnya bangsa Inggris melaksanakan politik mengail di air keruh. Selera mereka tumbuh hendak menguasai wilayah, terutama di sekitar pabrik-pabrik yang telah mereka dirikan.
Dengan politik adu domba yang lihai, mereka berhasil. Madras dikuasai pada tahun 1639. Kota Bombay tahun 1660 jatuh pula ke tangan mereka. Demikianlah selanjutnya dengan kekuatan bedil, politik adu-domba dan senjata uang, dilumpuhkannya kekuasaan hakiki kesultanan Islam Mongol. Walupun sesekali memberontak, tetapi tetap bisa dikalahakan oleh Inggris. Hal yang sama diderita pula oleh raja-raja Hindu, seperti kerajaan Maratha, yang mencoba melawan Inggris pada tahun 1817-1818.
Terjadi kesenjangan antara Islam dan Hindu dan kesemenah-manahan Inggris terhadap masyarakat memunculkan gerakan pembaharuan dari umat Islam diantaranya gerakan mujahidin dan lahirlah tokoh-tokoh pembaharuan seperti: Abdul Azis (1746-1823), Sayid Ahmad Syahid (1786-1831), Sayid Ahmad Khan (1817-1898), Syeh ahmad sirhindi dan Imam Waliyullah dimana secara umum mereka meyuarakan persamaan  derajat antara umat muslim dan umat hindu di dalam pemerintahan kolonial Inggris.



4.      Tokoh-tokoh pembaharuan di India atau Pakistan beserta ajarannya
a.      Abdul Azis (1746-1823)
Salah seorang murid Waliyullah yang meneruskan perjuangannya ialah Abdul Aziz, lahir di Delhi pada tahun 1746 M, dan wafat pada tahun 1823 M. Dalam usaha untuk mengangkat harkat orang-orang Islam itulah maka Abdul Aziz berusaha dengan pokok-pokok pikirannya :
Pertama, Kemunduran umat Islam itu disebabkan masuknya ajaran Persia dan animisme yang membaur dengan ajaran Islam. Oleh sebab itu ajaran Islam dalam hal ini Tauhid harus dititik beratkan pada :
v  Pintu ijtihad harus selalu terbuka
v  Roh wali tidak mempunyai kekuatan dan tidak dapat menolong orang dari kesulitan dan kesengsaraan.
v  Sunnah yang dapat diterima hanyalah sunnah Nabi dan yang timbul di zaman Khulafaurrasyidin.
Untuk kemajuan umat islam mendatang, maka kaum muslimin hars belajar dan pandai berbahasa Inggris.
b.      Sayid Ahmad Syahid (1786-1831)
Salah seorang dari murid Syah Abdul Aziz, yang kemudian berpengaruh dalam gerakan melaksanakan ajaran-ajaran Imam Waliyullah adalah Sayid Ahmad Syahid yang terkenal juga dengan nama Sayid Ahmad Barelvi. Ia lahir pada tahun 1786 di Rae Bareli, suatu tempat yang terletak dekat Locnow. Pendidikannya khusus dalam bidang agama dimulai dari kota kelahirannya, kemudian melanjutkan ke Delhi, dan di sinilah ia menjadi salah seorang murid Abdul Aziz.
Usaha pemurnian dan pembersihan dalam Tauhid diarahkan kepada:
v  Menyembah kepada Allah dilakukan secara langsung, bukan dengan perantara dan tanpa upacara yang berlebih-lebihan.
v  Kepada semua makhluk tidak boleh disifatkan dengan sifat Tuhan, Malaikat, Roh wali dan lain-lain sama lemahnya dengan manusia ia tidak dapat memberikan pertolongan dalam mengatasi segala kesulitan.
v  Kebiasaan membaca tahlil dan menghiasi kuburan adalah bid’ah yang menyesatkan yang harus dijauhi, sedangkan sunnah yang diterima hanyalah sunnah Nabi dan sunnah Khulafaurrasyidin.

c.       Sayid Ahmad Khan (1817-1898)
Sayid Ahmad Khan lahir pada tahun 1817 Masehi keturunan dari Rasulullah Muhammad SAW, dari pihak Husein. Neneknya adalah seorang pembesar istana di zaman Alamghir II (1754-1759). Pendidikan yang ia tempuh melalui pendidikan tradisional dalam pengetahuan agama dan disamping bahasa Arab ia juga belajar bahasa
Menurut pemikiran Sayid Ahmad Khan kemajuan ummat Islam bukan cara memusuhi Inggris dan bekerja sama dengan Hindu, tetapi harus dekat dengan orang-orang Inggris, karena kamajuan Islam tidak terlepas dari penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Sedangkan ilmu pengetahuan dan teknologi modern banyak dihasilkan oleh orang-orang Inggris.
Penafsiran dan interpretasi yang diberikannya terhadap ajaran-ajaran Islam lebih dapat diterima oleh golongan terpelajar (Islam) dibandi dari hasil penafsiran yang lama atau sebelumnya.
Pada tahun 1859, tenaga dan pikirannya dicurahkan untuk meningkatkan kehidupan umat di bidang intelektual, politik dan ekonomi melalui pendidikan. Sarana ini efektif untuk mengubah sikap mental masyarakat. Karena perannya ini, Ahmad Khan melihat bahwa umat Islam India mundur karena mereka tidak mengikuti perkembangan zaman. Peradaban klasik telah hilang dan celah timbul peradaban baru di Barat. Dasar peradaban baru ini adalah ilmu pengetahuan dan teknologi. Inilah yang menjadi sebab utama bagi kemajuan dan kekuatan orang Barat.
Kendati Ahmad Khan sendiri dididik dalam sekolah tradisional, ide-ide pendidikan yang dilontarkannya bercorak modern, yaitu berupa sekolah-sekolah atau perguruan tinggi yang mengajarkan sains tanpa melupakan pengajaran agama dan institusi-institusi lainnya. Begitu besar perhatian Ahmad Khan di bidang pendidikan ini sehingga Baljon, seorang Prancis menyebutnya sebagai pembaharu pendidikan dan peletak dasar modernisme Islam di India. Penafsiran dan interpretasi yang diberikannya terhadap ajaran-ajaran Islam lebih dapat diterima oleh golongan terpelajar (Islam) dibandi dari hasil penafsiran yang lama atau sebelumnya.



Pemikirannya dalam keagamaan itu antara lain :
v  Perkawinan menganut asas monogami, poligami bertentangan dengan semangat Islam dan hal ini tidak akan diizinkan kecuali dalam keadaan memaksa.
v  Islam dengan tegas melarang perbudakan, termasuk perbudakan dari tawanan perang, meskipun syariat memperkanankannya.
v  Bank Modern, transaksi perdagangan, pinjaman serta perdagangan internasional yang meliputi ekonomi modern, meskipun semua itu mencakup pembayaran bunga, tidaklah dianggap riba, karena hal itu tidak bertentangan dengan hukum Al-Qur’an.
v  Hukum potong tangan yang didasarkan pada Al-Qur’an dan Sunnah bagi pencuri, lemparan batu serta cambukan 100 kali bagi pezina hanya sesuai dengan masyarakat primitif yang kekurangan tempat penjara atau tidak mempunyai penjara.
v  Jihad itu dilarang kecuali dalam keadaan memaksa untuk mempertahankan diri.
d.      Syeh ahmad sirhindi
Ia lahir pada awal pemerintahan Raja Akbar. Pendidikannya lewat pengajian – pengajian dari orang-orang sholeh yang ada pada masanya seperti syekh baqi billah. Dan ia satu-satunya ulama yang tampil menghadapi kekuasaan penjajahan mongol. Di samping itu ia berjuang keras menentang segala bentuk kemunkaran, ia juga berupaya:
-          Membersihkan tasawuf dari hal-hal yang menyesatkan dan mengembalikan pada tasawuf yang benar.
-          Mengikis taqlid buta dan tradisi jahiliyah dan melalui system pembaitan. Beliau menggerakkan mereka untuk kembali kepada syariat islam.
e.       Imam Waliyullah
Beliau adalah kutb Al-din anak dari seorang ulama yang disegani dan sangat menguasai dalam bidang keagamaan, maka diberi gelar waliyullah sedangkan nama yang diberikan orang tuanya adalah Abdurrahman.
Menurut beliau kemunduran umat islam disebabkan 4 faktor:
-          Ditukarnya system kekhalifahan dengan system kerajaan absolute
-          Bercampurnya ajaran islam dengan adat istiadat yang bertentangan dengan ajaran islam
-          Terjadinya perpecahan di kalangan umat islam sendiri
-          Adanya taqlid kepada penafsiran-penafsiran yang dibuat berabad-abad sebelumnya.
                                                                                     


BAB III PENUTUP

A.    Kesimpulan

Sejarah india tidak terlepas dari sejarah Pakistan dan begitu juga sebaliknya, kedua Negara ini sebelum mencapai kemerdekaan merupakan suatu kesatuan dalam sejarahnya. Negara ini termasuk Negara yang besar, luas daerahnya maupun kebuayaan dan peradabannya, akhirnya menjadi suram dan bahkan hancur deng kedatnga orang-orang kulit putih.
Pihak orang kulit putih telah  memasuki anak benua India atau Pakistan pada permulaan abad ke 17. Kedatangan mereka ini pada mulanya hanya untuk berdagang, kemudian beralih kepada penjajahan, dan akhirnya orang Inggrislah yang paling lama bertahan di derah ini sampai menyerahkan kemerdekaan kepada kedua Negara yaitu India dan Pakistan.
Adanya penjajahan Inggris tersebut membuat sadar orang-orang India dan Pakistan untuk memunculkan gerakan-gerakan pembaharuan yang dipelopori oleh :
a.       Abdul Azis
b.      Sayid Ahmad Syahid
c.       Sayid Ahmad Khan
d.      Syekh Ahmad Sirhindi
e.       Imam Waliyullah
Secara umum mereka meyuarakan persamaan  derajat antara umat muslim dan umat hindu di dalam pemerintahan colonial inggris.

B.     Saran

Dengan adanya makalah ini diharapkan dapat menambah ilmu, motivasi dan inspirasi bagi penulis maupun pembaca. Sebagai penyempurna makalah ini penulis mengharapkan kontribusi pemikiran dan saran yang membangun untuk perbaikan makalah ini.


1 komentar: