Pages

Jumat, 19 Agustus 2011

MATEMATIKA( PENDIDIKAN MATEMATIKA DENGAN JARI )

BERIKUT INI ADALAH BEBERAPA METODE MATEMATIKA DENGAN MENGUNAKAN JARI TANGAN SEBAGAI ALAT BANTU HITUNG. MASING-MASING METODE MEMILIKI TRIK DAN CARA-CARA YANG MENARIK SILAHKAN MEMILIH SENDIRI METODE YANG MANA YANG SESUAI DENGAN ANDA. BERIKUT INI METODE-METODENYA :


1. JARI ALJABAR
Metode yang dikonsep secara orisinil dan eksklusif, tidak mengadopsi, meniru atau menjiplak apalagi membajak ciptaan orang lain. Konsepnya murni berdasarkan ilmu matematika yg baik dan benar dengan bilangan basis sepuluh sesuai kaidah ilmu matematika. ditemukan oleh Bahruddin MD.
image


Anak-anak usia dini yang tergabung dalam PAUD, TK atau Raudhlatul Athfal (RA), kini bisa belajar matematika, menulis dan membaca dengan lebih menyenangkan sejak ditemukannya metode jari aljabar dan latihan tulis baca atau latuca anak usia dini.
Metode jari aljabar ditemukan oleh Baharudin dari Jawa Barat, diperkenalkan kepada para guru RA se-Lampung dalam pelatihan yang digelar oleh Ikatan Guru Raudhlatul Athfal (IGRA) Lampung, diikuti 525 guru di aula Islamic Center, Minggu (11-1).
Ketua IGRA Lampung Wiwin Triyani mengatakan selama ini untuk belajar menghitung siswa PAUD harus dibantu dengan alat. Namun, dengan jari aljabar atau metode aljabar siswa cukup menggunakan jari untuk belajar menghitung.
"Dengan menggunakan metode jari aljabar siswa bisa menghitung hingga ratusan cukup dengan sepuluh jari tangan," kata dia.
Metode ini mengajak siswa kreatif menggunakan sepuluh jarinya untuk menghitung penambahan maupun pengurangan. Sehingga, meskipun siswa masih duduk di RA atau kelas I SD sudah mahir menghitung hingga ratusan tanpa alat bantu.
Sementara itu metode latuca mengajak siswa belajar menulis dan membaca secara santai dan menyenangkan. "Dengan alat bantu peraga, siswa diajak belajar menulis dan membaca sambil bermain, sehingga belajar menjadi lebih menyenangkan," kata dia.
Namun, sejumlah guru mengeluh pelatihan hanya digelar sekali, tanpa ada pelatihan lebih lanjut mereka belum bisa mengusai kedua metode tersebut dengan baik. Jumaida, salah satu peserta dari Tanggamus, mengatakan metode jari aljabar memang mengasyikkan. Namun, dia sendiri belum paham dengan apa yang disampaikan pemateri sehingga dia belum berani mengajarkan metode tersebut kepada para siswanya.
"Seharusnya pelatihannya digelar dua atau tiga kali agar kami lebih paham. Kalau saya sendiri tidak paham dan mengerti, saya tidak mungkin mengajarkan kepada siswa," kata dia.
Oleh sebab itu, para guru meminta ada pelatihan di sekolah-sekolah dengan biaya yang lebih ringan dan terjangkau. Sehingga, metode yang diberikan bisa diserap optimal oleh para guru. n UNI/S-1


Gambar Otak
Terkadang kita menghadapi kesulitan untuk dapat mengingat atau menghapal sesuatu. Disekolah, banyak guru yang kadang memberikan cara-cara untuk memudahkan mengingat, atau kiat-kiat menghapal. Saya masih ingat bahwa “cara mengingat” kerap di sebut sebagai “jembatan keledai”. Kurang jelas , mengapa istilahnya menjadi demikian. Mungkin karena keledai itu adalah dianggap sebagai binatang paling bodoh, namun dia tidak pernah terperosok kedalam lubang yang sama.

Jadi sebenarnya dalam usaha kita mengingat, atau menghapal, kita harus membuat atau menciptakan cara untuk dapat menyimpannya dengan mudah di dalam memori kita. Biasanya, bila kita sudah dapat memperoleh cara itu sendiri, maka, hal yang kita hapalkan tersebut biasanya akan tinggal selamanya di otak kita. Selamanya, dalam arti selama kita hidup dan sehat dan belum pikun.
Contoh yang paling sederhana adalah tentang hitungan dalam perkalian lima. Semua hasil perkalian dengan angka lima, adalah angka yang akan habis dibagi lima, dan selalu angka belakangnya adalah 5 atau 0. Bila dua angka dikali dengan angka 11, hasilnya adalah sama dengan angka tersebut yang disisipkan dengan jumlah kedua angka tersebut di tengah-tengahnya. Misalnya 24 dikali 11, hasilnya adalah 24 disisipkan angka 2 tambah 4 yaitu 6, sama dengan 264. Demikian seterusnya, dan banyak lagi cara atau trick untuk mengingat, baik angka maupun hapalan lainnya.
Dengan trick-trick tertentu, orang kemudian bisa menghapal dan atau mengingat banyak hal. Semakin cerdas seseorang akan semakin banyak hal yang dapat diingatnya. Walaupun tidak selamanya seperti itu. Dapatkah anda membayangkan, misalnya menghapal urut-urutan kartu yang disusun secara acak. Seorang juara mengingat/menghapal bernama Andi Bell, dapat mengingat/menghapal urutan kartu yang disusun acak, hanya dalam waktu 32,9 detik ! Di tahun 2003, dia mendemonstrasikan ke piawai-annya dengan menghapal 10 pak kartu (berjumlah 520 lembar) yang disusun acak, hanya dalam 20 menit !
Ada lagi seorang yang bernama Themistocles, yang konon dapat mengingat nama-nama dari 20.000 orang di Athena. Masih belum apa-apa, karena ada lagi seorang bernama Seneca, yang dapat mengingat nama-nama seluruh warga Kerajaan Roma.
Pada abad ke 17 ada pula seorang bernama Antonio Magliabechi yang hanya mengisi seluruh waktu hidupnya dengan membaca buku saja. Pada satu ketika dia diminta untuk mengurus buku sebanyak 40.000 buah di perpustakaan Tuscany di Florence. Apa yang terjadi kemudian ? Ternyata tidak berapa lama kemudian, tersebar berita bahwa Antonio telah dapat menghapal seluruh 40.000 buku yang dirawatnya itu. Banyak orang terperangah dengan berita itu, ada yang percaya dan tidak sedikit yang tidak mempercayainya.
Untuk membuktikan kabar tersebut, seorang pengarang buku datang kepadanya, dan meminta dia membaca salah satu buku karangannya dengan cepat. Setelah selesai membaca, buku itu diminta kembali , dan dia kemudian diminta untuk menuliskan kembali seluruh isi buku itu. Mentakjubkan, Antonnio menuliskan kembali isi buku itu, dan selesai dalam waktu relatif singkat dengan tidak ada satu kata pun yang berbeda.
Bukan main, dan kita kemudian mengambil kesimpulan orang-orang demikian itu pastilah orang yang memiliki otak yang luar biasa. Padahal, kenyataannya tidak demikian. Mereka ternyata hanya memiliki cara untuk mengingat atau menghapal atau yang dikenal dengan “jembatan keledai”. Yang sulit , ternyata pula adalah bukan mengingat atau menghapal, akan tetapi memikirkan cara yang dapat memudahkan untuk mengingat.
Dalam pelajaran menembak, dikenal salah satu metoda yang harus senantiasa diingat agar hasil tembakan dapat menjadi baik dan fokus yaitu “nabitepi”, itu adalah singkatan dari nafas(maksud nya untuk menahan nafas), bidik, dan tekan picu. Ini juga adalah salah satu contoh, dari “jembatan keledai”.Trick-trick semacam ini memang harus dicari sendiri, dan semakin intensif kita melakukannya, maka akan lebih mudah berkembang kepada banyak hal-hal lainnya yang membutuhkan kita untuk menghapal.
Salah satu contoh lainnya adalah sebagai berikut : Tolong anda menghapal angka-angka berikut ini : 07964034512. Coba anda mengingatnya, dengan hanya melihat angka tersebut dalam waktu 3 detik saja. Dapatkah anda melakukannya? Pasti sulit, walaupun akan bisa juga. Namun bagaimana kalau anda mencoba untuk mengelompokkannya terlebih dahulu angka-angka tersebut tadi sehingga menjadi sebagai berikut :079 640 345 12. Nah, lebih mudah kan ? Begitu pula bila anda akan menghapal nomor handphone seseorang yang misalnya terdiri dari 10 angka. Caranya adalah simpan dulu 3 atau 4 angka didepannya yang biasanya selalu sama yaitu :0811 atau 0816, baru kelompokkan sisanya menjadi 2 atau 3 kelompok, pastilah anda dapat dengan mudah mengingatnya.
Cara untuk memperoleh atau mendapatkan “jembatan keledai”, hanya dengan mencoba dan melatih nya kembali. Disini sekali lagi yang akan menentukan adalah “jam terbang”, makin sering kita berusaha mencari dan makin sering berlatih, maka akan semakin banyak kita memperoleh jembatan keledai itu. Yang harus diingat adalah, mulai dulu dengan hal-hal yang sederhana, baru kemudian meningkat kepada yang lebih sulit. Demikian, semoga bermanfaat dalam mengisi hari libur dan selamat mencoba !
Jakarta 7 Februari 2009

ADA JUGA yang menghafal dengan jembatan keledai, sedangkan metode menghafal angka dengan cepat dan mudah bisa dilakukan dengan menganti angka tersebut dengan huruf contoh
0 = D            6 = B
1 = T             7 = J
2 = N            8 = H
3 = M            9 = G
4 = P
5 = S

contoh angka 20 = NoDa
10 = TaDi
12 = TuNa
32 = MaNa

kalau mengingat angka 32.38.21.94.57.86
MaNa MaHu NiTa,GaJah SaJa HaBis

ada juga cara lain :
0 = S,Z            6 = P,J
1 = T,D            7 = K
2 = N               8 = G,Y
3 = M              9 = B
4 = R
5 = L
contoh angka 20 = NoDa
10 = ToDi
12 = TiNi
32 = MuNa
kalau mengingat angka 64,21,01,32,73
JuRi,aNTo,Di,MaNa,KaMu



nah anda kembangkan sendiri cara ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar